Sunday, May 15, 2016



A.    Kajian Pustaka
Menurut Chaer ; 28 Kajian pustaka dalam penelitian kualitatif diperlukan sebagai dasar menyusun teori baru berdasarkan data yang ditemukan selama penelitian berlangsung. Teori baru yang disusun berdasarkan data penelitian tidak mungkin bisa dirumuskan kalau si peniliti mulai dengan “kekosongan” teori atau konsep. Jadi, kajian pustaka ini memang sangat penting dan perlu dilakukan seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya.
B.     Hipotesis
Menurut Chaer ; 28 Secara harfiah kata hipotesis berarti ‘tesisi yang ‘hipo’ atau ‘kesimpulan yang bertaraf rendah karena kebenarannya sebagai pernyataan ilmiah belum diuji secara empiris dengan data-data empiris. Karena belum diuji secara empiris hipotesis lazim juga disebut “kesimpulan teoritis” karena dirumuskan berdasarkan teori yang didapat dari kajian pustaka. Namun, perlu dicamkan sebuah hipotesis dapat juga dirumuskan berdasar pada hasil pemikiran atau perenungan dari data-data empiris yang belum lengkap. Apabila sebuah hipotesis telah teruji oleh data empiris dan ternyata benar maka hipotesis itu kini menjadi tesis. Sebuah hipotesis baik yang dirumuskan berdasarkan kajian pustaka maupun berdasarkan pemikiran atau perenungan dari data-data empiris yang belum lengkap, merupakan jawaban terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.
C.     Variabel
Menurut Chaer ; 32 Variabel diartikan sebagai segala sesuatu  yang akan menjadi objek penelitian; atau faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
D.    Instrumen Penelitian
Menurut Chaer ; 37 Instrumen adalah alat pengukur data penelitian. Agar data penelitian yang mempunyai kualitas yang baik, maka instrumen harus memenuhi syarat-syarat sebagai alat pengukur yang baik. Syarat-syarat itu adalah (1) reliabilitas atau keterandalan, dan (2) validitas atau kesahihan.
E.     Populasi, Sampel dan Objek Penelitian


No comments:

Post a Comment