A.
Kajian
Pustaka
Menurut
Chaer ; 28 Kajian pustaka dalam penelitian kualitatif diperlukan sebagai dasar
menyusun teori baru berdasarkan data yang ditemukan selama penelitian
berlangsung. Teori baru yang disusun berdasarkan data penelitian tidak mungkin
bisa dirumuskan kalau si peniliti mulai dengan “kekosongan” teori atau konsep.
Jadi, kajian pustaka ini memang sangat penting dan perlu dilakukan
seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya.
B.
Hipotesis
Menurut
Chaer ; 28 Secara harfiah kata hipotesis berarti ‘tesisi yang ‘hipo’
atau ‘kesimpulan yang bertaraf rendah karena kebenarannya sebagai pernyataan
ilmiah belum diuji secara empiris dengan data-data empiris. Karena belum diuji
secara empiris hipotesis lazim juga disebut “kesimpulan teoritis” karena
dirumuskan berdasarkan teori yang didapat dari kajian pustaka. Namun, perlu
dicamkan sebuah hipotesis dapat juga dirumuskan berdasar pada hasil pemikiran
atau perenungan dari data-data empiris yang belum lengkap. Apabila sebuah
hipotesis telah teruji oleh data empiris dan ternyata benar maka hipotesis itu
kini menjadi tesis. Sebuah hipotesis baik yang dirumuskan berdasarkan kajian
pustaka maupun berdasarkan pemikiran atau perenungan dari data-data empiris
yang belum lengkap, merupakan jawaban terhadap masalah penelitian yang secara
teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.
C.
Variabel
Menurut
Chaer ; 32 Variabel diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek penelitian; atau
faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
D.
Instrumen
Penelitian
Menurut
Chaer ; 37 Instrumen adalah alat pengukur data penelitian. Agar data penelitian
yang mempunyai kualitas yang baik, maka instrumen harus memenuhi syarat-syarat
sebagai alat pengukur yang baik. Syarat-syarat itu adalah (1) reliabilitas atau
keterandalan, dan (2) validitas atau kesahihan.
E.
Populasi,
Sampel dan Objek Penelitian
No comments:
Post a Comment